4 Tips Menjaga Kesehatan Gigi Saat Berpuasa

Halitosis biasanya menjadi kurang menyenangkan saat puasa. Ini disebabkan oleh keadaan mulut yang belum memasuki makanan atau minuman selama beberapa waktu. Karena sebenarnya makanan dan minuman beraroma akan membuat mulut Anda aroma lebih segar dan sedikit bau. Ayo, lihat aturan tentang cara menyikat gigi saat berpuasa di bawah ini.

Kapan saya harus menyikat gigi saat puasa?
The American Dental Association merekomendasikan individu untuk menyikat gigi dua kali sehari, menggunakan pasta gigi berfluoride. Ini adalah aturan standar dan harus dilakukan setiap hari.

Sekarang, dengan kasus yang sedikit berbeda, sikat gigi selama puasa dapat dilakukan sebelum tidur pada saat setelah istirahat dan setelah makan. Keduanya bisa dibuat pada saat Anda bisa makan dan minum.

Saat Anda menyikat gigi, Anda berusaha menyingkirkan sisa makanan, plak, dan bau tak sedap di mulut Anda. Banyak yang menuduh alasan puasa untuk tidak menyikat gigi karena takut tidak sah. Sayangnya, ini jelas salah dan berbahaya jika dilakukan terus menerus.

Jika Anda sering tidak menyikat gigi saat puasa, bakteri dan sisa makanan dari fajar dan cepat pecah dapat merusak enamel gigi dan membuat lubang kecil tidak terlihat. Seiring waktu, sisa makanan akan berubah menjadi plak yang mengeras menjadi karang gigi, membuatnya semakin sulit untuk dibersihkan selama puasa.

Tips menjaga kebersihan gigi saat puasa

Selain menyikat gigi, American Dental Association merekomendasikan untuk lebih berhati-hati menjaga kebersihan gigi selama puasa. Anda juga dapat menambahkannya dengan membersihkan gigi dengan benang gigi atau benang dan obat kumur. Mari kita simak saran-saran berikut.

1. Raih semua bagian gigi dengan kuas
Pastikan Anda mencuci semua bagian gigi Anda. Cuci gigi Anda dibagi menjadi 3 bagian, yaitu menyikat permukaan bagian dalam, permukaan luar dan permukaan gigi mengunyah.

2. Jangan segera bilas
Setelah menggosok gigi, jangan langsung berkumur. Mengapa demikian? Pada dasarnya berkumur membersihkan dan mengurangi efek fluoride pada pasta gigi yang tersisa, sehingga penggunaan pasta gigi bukanlah hasil terbaik. Yang terbaik adalah menunggu 5-10 menit, sehingga Anda dapat berkumur.

3. Gunakan benang gigi (benang gigi)
Sambil menunggu efek kerja pasta gigi berfluoride bekerja secara optimal, Anda dapat membersihkan gigi menggunakan benang gigi khusus yang dapat membasmi sisa makanan yang tertinggal di antara gigi Anda, karena sebagian besar fungsi sikat kurang dapat menjangkau antara bagian-bagian tertentu dari gigi. gigi.

Benang gigi atau benang gigi, tidak hanya berguna untuk mengalahkan makanan antar gigi. Benang gigi, biasanya juga berguna untuk mengurangi risiko infeksi gigi, halitosis dan bahkan menghilangkan plak yang terbentuk di sepanjang garis gusi. Berikut cara menggunakannya:

Ambil 20-30 cm kawat gigi atau plester, jaga kedua ujungnya sehingga ada benang pembersih lain yang bermanfaat.
Letakkan dan letakkan benang gigi di antara gigi dan di area antara gigi dan gusi.
Angkat ke atas dan ke bawah di antara setiap gigi untuk menghilangkan sisa makanan dan plak.
4. Gunakan obat kumur
Setelah menyikat dan membersihkan gigi, saatnya menggunakan obat kumur yang mengandung fluoride untuk mencegah kerusakan gigi. Pilih cairan untuk obat kumur yang tidak mengandung alkohol. Anda juga bisa menggunakannya saat fajar untuk mendapatkan aroma dan aroma segar di mulut Anda.

Baca artikel lainnya :