Cara Mencegah Kanker Payudarah Paling Efektif

Kementerian Kesehatan mendefinisikan kanker payudara sebagai jumlah kanker terbesar di Indonesia. Tingkat kematian pada wanita karena kanker payudara juga tinggi, dengan rata-rata 17 kematian per 100.000 penduduk. Inilah sebabnya mengapa pemerintah sangat menekankan upaya deteksi dini untuk mencegah semakin banyak kasus kanker payudara di Indonesia. Mari kita cari tahu cara mencegah kanker payudara!

Bagaimana mencegah kanker payudara

Mencegah kanker payudara tidak bisa instan hanya dalam satu cara. Ada berbagai upaya yang harus Anda jalani untuk menghindari penyakit mematikan ini, yaitu:

1. Makan banyak sayuran, buah-buahan dan sereal

Diet sehat adalah salah satu kunci penting untuk mencegah kanker payudara. Banyak ahli kesehatan percaya bahwa ada beberapa makanan yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

Untuk mengurangi atau menangkal risiko, gandakan dengan mengonsumsi sayuran segar, buah, dan biji. Jenis makanan sehat ini mengandung nutrisi yang baik untuk tubuh. Buah dan sayuran, misalnya, kaya akan antioksidan yang membantu melawan radikal bebas yang menyebabkan kanker payudara. Jadi apa yang terbaik?

Strawberry adalah salah satunya. Berry seperti stroberi mengandung polifenol tinggi yang merupakan antikanker. Selain itu, stroberi juga kaya akan antioksidan seperti vitamin C.

Selain buah beri, polifenol dalam buah prem dan buah persik telah terbukti mencegah pembentukan dan multiplikasi sel kanker payudara. Temuan ini dilaporkan dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Agriculture and Food Chemistry.

Tambahkan untuk makan sayuran berdaun hijau gelap dan sayuran dari keluarga silangan (brokoli, kubis, lobak, kembang kol, selada air dan tauge). Sayuran mengandung banyak vitamin antioksidan seperti C, E, K dan serat. Selain itu, sayuran ini juga mengandung glukosinolat yang bertindak melawan pertumbuhan sel kanker.

2. Hindari minum alkohol

Semakin sering Anda minum alkohol, semakin baik peluang Anda terkena kanker payudara. Menurut Breastcancer.org, alkohol memicu kanker payudara dengan meningkatkan kadar estrogen dan menyebabkan kerusakan DNA dalam tubuh.

Risiko kanker payudara pada wanita yang minum 2-3 botol bir meningkat 41 persen. Risiko ini akan meningkat 10 persen jika Anda minum lebih banyak setiap hari.

Jadi cara mencegah kanker payudara di muka adalah tidak terbiasa minum alkohol. Jika Anda tidak bisa segera berhenti, minum kurang dari satu gelas sehari dan terus menguranginya sampai benar-benar berhenti.

3. Berlatih secara teratur

Olahraga dapat membantu menjaga berat badan ideal. Karena ketika Anda memiliki berat badan berlebih atau bahkan obesitas, risiko kanker payudara dapat meningkat secara dramatis. Apalagi jika obesitas terjadi setelah menopause. Ini dapat meningkatkan risiko pengembangan sel kanker di usia tua.

Karena itu, berolahraga secara teratur setidaknya selama 30 menit setiap hari. Anda dapat melakukan olahraga apa pun yang Anda suka, dari jogging, aerobik, hingga berenang.

Apa pun olahraga, pastikan Anda melakukannya dengan tekun. Jangan melatih hanya ketika Anda inginkan dan Anda memiliki kesempatan. Ingat, mengumpulkan niat untuk berolahraga jauh lebih baik daripada harus mengumpulkan uang untuk mengobati kanker payudara.

4. Menyusui

Bagi wanita yang baru saja melahirkan, menyusui tidak hanya bermanfaat bagi bayi.

Menyusui selama satu tahun atau lebih dapat melindungi ibu dari risiko kanker payudara. Para peneliti mencurigai bahwa ketika wanita tidak menyusui, peradangan dan pembengkakan yang terjadi setelah kelahiran menyebabkan perubahan jaringan payudara dan dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

Karena itu, pemberian ASI rutin eksklusif selama 2 tahun dapat menjadi cara untuk mencegah kanker payudara yang harus dicoba oleh ibu baru. Semakin lama Anda menyusui, semakin protektif yang Anda rasakan.

5. Batasan dosis dan lamanya terapi hormon

Terapi hormon kombinasi terus menerus selama lebih dari tiga tahun sebenarnya dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Oleh karena itu, terapi hormon pascamenopause tidak boleh dikonsumsi dalam jangka panjang. Durasi pemberian obat harus dibatasi sesingkat mungkin.

Jika Anda menggunakan obat hormonal untuk mengobati gejala menopause, tanyakan kepada dokter Anda tentang alternatif. Karena manfaat terapi hormon setelah menopause seringkali lebih rendah daripada risikonya.

6. Berhenti merokok

Tidak ada alasan sah untuk mempertahankan kebiasaan merokok. Merokok tidak hanya meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan kanker paru-paru.

Merokok juga dapat meningkatkan risiko wanita terkena kanker payudara. Risiko ini berlanjut bahkan pada wanita “perokok pasif”, yang menghirup asap rokok setiap hari.

Kebiasaan ini tidak membawa manfaat bagi kesehatan. Cobalah untuk berhenti merokok perlahan. Mulailah dengan mengurangi jumlah rokok yang Anda merokok setiap hari.

Dengan keinginan kuat dan tekad untuk menjadi lebih sehat, Anda pasti bisa berhenti merokok.

7. Pengurangan gula, daging merah dan lemak trans

Gula dan lemak buruk tidak secara langsung menyebabkan kanker payudara. Namun, makanan yang mengandung kedua zat ini dapat meningkatkan risiko jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan. Lemak trans adalah jenis lemak jahat yang ditemukan dalam makanan goreng, biskuit, kue kering, dan makanan kemasan.

Para peneliti di University of Texas MD Anderson Cancer Center menemukan bahwa tikus yang makan makanan tinggi gula tampaknya memiliki tumor di kelenjar susu mereka. Tumor juga cenderung menyebar atau bermetastasis. Kondisi ini mirip dengan kanker payudara pada manusia.

Bukan hanya dua makanan itu. Mengkonsumsi daging merah secara berlebihan juga dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Penelitian yang dipublikasikan dalam Contemporary Oncology menyatakan bahwa daging merah yang dimasak memiliki risiko menyebabkan kanker payudara.

Anda benar-benar tidak ingin makan makanan ini. Hanya saja, Anda harus membatasi konsumsi dalam satu hari. Jangan terlalu banyak untuk tidak menyebabkan masalah kesehatan.

Baca juga :