Memahami Karangan Narasi dan Cara Membuatnya

MEMAHAMI HUKUM NARRATIF

Esai naratif berasal dari bahasa Inggris dan narasi naratif. Esai naratif adalah esai yang mewakili serangkaian peristiwa dalam urutan peristiwa atau kronologis. Penyajian esai naratif ini dimaksudkan untuk memberi makna pada sejumlah peristiwa yang ada sehingga pembaca dapat belajar dari sejarah.

Esai naratif ditulis dengan dua tujuan mendasar. Tujuan utama dari esai narasi pertama adalah untuk memberikan informasi atau wawasan yang dapat memperluas pengetahuan pembaca. Sementara itu, esai narasi kedua bertujuan untuk menyampaikan pengalaman estetika kepada pembaca.

Tujuan mendasar dari esai narasi pertama menyangkut narasi informatif atau cerita ekspositoris. Tujuan utama dari esai naratif ini adalah hubungan yang terdiri dalam bentuk memperluas pengetahuan pembaca setelah membaca esai naratif. Bertentangan dengan tujuan esai narasi pertama, tujuan esai narasi kedua menciptakan semacam narasi yang disebut artistik atau sugestif. Tujuan dari narasi ini adalah untuk memahami peristiwa atau peristiwa sebagai pengalaman.

Esai naratif adalah semacam pengembangan paragraf dalam naskah yang dari waktu ke waktu memiliki serangkaian acara dengan urutan awal setengah dan akhir. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, esai naratif adalah narasi sebuah cerita atau peristiwa. Esai naratif juga didefinisikan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sebagai sejarah atau deskripsi dari suatu peristiwa atau peristiwa.

Apa perbedaan antara esai dan deskripsi naratif? Pertanyaan ini sering muncul karena gaya naratif sering digunakan dalam esai naratif dengan metode deskriptif. Jika esai narasi adalah jenis esai yang menghubungkan suatu peristiwa berdasarkan waktu, esai deskriptif adalah esai yang berisi deskripsi situasi sehingga pembaca dapat melihat, mendengar dan merasakan situasi yang sama dengan esai. penulis.

Esai naratif terdiri dari tiga elemen utama, yaitu peristiwa, karakter, dan konflik. Ketika tiga elemen dasar disatukan, suatu tindakan atau tindakan dibentuk dalam esai naratif. Esai naratif dapat berisi fakta atau fiksi. Narasi penulis, yang berisi fakta, disebut Ekspositoris. Contoh pameran naratif adalah biografi, otobiografi, atau kisah pengalaman. Esai naratif dengan fiksi disebut narasi sugestif. Contoh cerita yang kaya akan esai adalah novel, cerita pendek, cerita bersambung (Cerbung) dan cerita bergambar (komik).

JENIS-JENIS NARATOR

Esai naratif dapat dibagi menjadi berbagai bentuk. Setidaknya ada 4 jenis esai narasi yang kita ketahui sejauh ini. Empat jenis esai cerita adalah:

1. Laporan informasi dari penulis

Esai naratif informatif adalah esai naratif yang bertujuan untuk secara akurat menyampaikan informasi tentang suatu peristiwa. Esai naratif informatif ini juga bertujuan untuk memperluas pengetahuan pembaca tentang cerita yang disajikan.

2. Esai peserta pameran

Esai narasi pameran adalah esai narasi yang dimaksudkan untuk menyampaikan informasi tentang sejarah seseorang. Dalam esai naratif dalam Eksposisi, penulis harus menulis sebuah peristiwa berdasarkan data nyata tanpa diperbarui dengan cerita fiktif. Esai narasi Expositor biasanya mengambil kisah seseorang. Dari masa kecil hingga akhir hidupnya. Esai naratif eksplanatori umumnya menggunakan bahasa yang logis, faktual, dan objektif.

Esai ke-3 fiksi artistik

Esai tentang fiksi artistik adalah bentuk esai naratif yang memiliki maksud dan tujuan tertentu. Biasanya, esai esai mengusulkan untuk menyampaikan pesan kepada pembaca sehingga pembaca langsung menjalani suatu peristiwa. Mirip dengan esai narasi Expositas, narasi artistik esai juga menggunakan bahasa yang logis, faktual dan objektif.

4. Esai tentang naratif sugestif

Esai naratif sugestif adalah esai naratif, yang harus memberikan saran pembaca. Tujuan ini umumnya ditemukan dalam narasi dalam buku pengembangan diri yang bertujuan untuk membuat seseorang menjadi orang yang lebih baik.

FITUR NARRATIF

Esai naratif memiliki berbagai keunikan yang membedakan mereka dari jenis esai lainnya. Esai naratif memiliki karakteristik yang membedakannya. Ada dua karakter yang mengomentari karakteristik esai narasi, yaitu Gorys Keraf dan Atar Semi.

Karakteristik esai naratif tentang Gorys Keraf adalah:

Esai narasi menyoroti elemen tindakan atau tindakan
Esai naratif diatur dalam urutan waktu
Esai naratif mencoba pertanyaan “Apa yang terjadi?”
Esai naratif memiliki Konfixe
Sedangkan ciri-ciri esai naratif menurut Atar Semi adalah sebagai berikut:

Esai naratif berbentuk cerita tentang peristiwa atau pengalaman penulis
Esai naratif dapat berisi peristiwa atau peristiwa yang benar-benar terjadi, mereka hanya dapat imajinasi atau bahkan kombinasi keduanya.
Esai naratif ada di Confix. Esai naratif yang tidak memiliki koreksi biasanya menjadi tidak menarik.
Esai naratif memiliki nilai estetika
Esai narasi menekankan pengaturan dalam urutan kronologis
LANGKAH UNTUK MENGEMBANGKAN NARRATIF
Membuat esai narasi membutuhkan langkah dan pertimbangan yang berbeda sehingga hasil esai naratif tidak keluar dari sasaran. Secara sederhana, model esai naratif memiliki pengaturan di posisi tengah awal tengah-tengah.

Pada awal esai narasi biasanya kalimat pengantar yang memperkenalkan situasi dan karakter esai narasi. Bagian awal esai narasi adalah bagian yang penting, karena esai narasi harus dibuat semenarik mungkin. Dengan dimulainya esai narasi yang menarik, pembaca dapat dengan mudah dihubungkan dengan cerita.

Di tengah, esai narasi umumnya memiliki konflik. Konflik yang biasanya muncul adalah satu, tetapi tidak mengesampingkan kemungkinan lebih banyak konflik. Konflik yang ada di tengah-tengah esai naratif biasanya merupakan titik akhir cerita. Secara bertahap konflik ini akan berkurang.

Esai naratif juga berisi bagian terakhir. Pada akhirnya, esai narasi akan menyimpulkan kisah almarhum. Bagian ini bisa diceritakan secara singkat, tetapi tidak ada yang mengatakannya dalam langkah panjang. Bahkan, akhir cerita sering dibuang dan pembaca diminta menebak akhir cerita itu sendiri.

Langkah membuat esai narasi, khususnya bentuk fiksi, membutuhkan proses kreatif untuk menjaga cerita dalam urutan kronologis. Untuk menyederhanakan proses ini, penulis dapat menggunakan rumus 5W + 1H untuk membuat esai naratif.

5W + 1J adalah:

Apa: apa yang bisa dikatakan dalam eksperimen naratif
Di mana: di mana tempat / tempat esai naratif
Kapan: kapan peristiwa terjadi dalam esai naratif
Siapa: siapa aktor dalam esai naratif
Mengapa: mengapa peristiwa terjadi dalam esai naratif?
Bagaimana: bagaimana ceritanya dijelaskan dalam esai naratif?

Sumber : contoh karangan narasi

Baca juga :

Pengertian Homogen dan Heterogen Campuran