Pengertian Zakat -Hukum, Syarat dan Jenis

Pada kesempatan ini gurusekolah.co.id akan membahas Zakat – Pemahaman, hukum, kondisi, jenis dan metode untuk penghitungan lengkap Zakat

Pengertian Zakat

Zakat adalah rukun Islam nomor 3 yang harus dilakukan oleh umat Islam. Dalam masalah zakat ada ketentuan yang harus diketahui sebelum ada yang punya kewajiban menerbitkan zakat atau tidak.

Zakat penting bagi seseorang karena terkait dengan fungsi sosial. Dimana ketika seseorang memberikan sedekah, maka ada orang lain yang menerimanya.

Ditafsirkan secara etimologis, zakat adalah sesuatu yang memurnikan dan tumbuh. Artinya, bahkan jika seseorang secara fisik telah mengeluarkan zakat seperti uang, tetapi esensi uang tidak hilang atau berkurang. Uang itu akan tumbuh dalam kebaikan dan pasokan donor akan diberikan lebih banyak rezeki karena kegembiraan memberi zakat.

Secara umum, zakat adalah sejumlah aset wajib yang dikeluarkan oleh seorang Muslim kepada kelompok yang memiliki hak untuk menerimanya, sesuai dengan apa yang ditetapkan oleh syariah Islam.

Hukum zakat
Hukum zakat adalah wajib. Zakat adalah kewajiban individu yang harus dikeluarkan oleh seorang Muslim yang memiliki aset tertentu yang telah mencapai Nishab.

Persyaratan zakat
Persyaratan untuk mengeluarkan zakat meliputi:

Islam
Zakat harus dibebaskan hanya oleh seorang Muslim, sementara non-Muslim tidak diwajibkan membayar zakat.

independen
Budak yang tidak memiliki apa-apa tidak diharuskan membayar pajak, karena semua harta mereka adalah milik tuannya.

Baligh atau akal sehat
Persyaratan berikutnya untuk penerbitan zakat adalah anak-anak kecil yang belum mencapai usia persetujuan dan yang gila atau tidak masuk akal, karena mereka tidak tunduk pada beban hukum Syariah.

Memiliki Nishab
Nishab adalah batas atau dimensi terendah yang telah ditetapkan oleh shar’i sebagai pedoman untuk menentukan batas kewajiban untuk menerbitkan zakat bagi pemiliknya. Orang yang memiliki kekayaan dan telah mencapai Nishab atau lebih, diharuskan mengeluarkan zakat berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

“Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka belanjakan. Katakan,” Ini lebih dari perlu. “Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya kepadamu sehingga kamu berpikir.” (Al Baqarah: 219).

Jenis-jenis zakat
Secara fisik, zakat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu zakat fitrah dan zakat mal.

Zakat Fitrah adalah zakat yang diberikan selama bulan Ramadhan sebelum liburan Idul Fitri. Sedekah diberikan dalam bentuk uang, beras atau kurma. Tujuan pemberian sedekah adalah agar setiap orang bisa makan makanan yang layak saat lebaran.

Zakat mal adalah zakat pendapatan seperti produk pertanian, produk pertambangan, produk laut, hasil komersial, produk ternak, barang yang ditemukan, emas dan perak dan setiap jenis pendapatan memiliki perhitungan sendiri.

zakat fitrah

Penerima zakat
Kelompok-kelompok yang berhak menerima zakat meliputi:

Fakir: sekelompok orang yang hampir tidak memiliki apa-apa sehingga mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka.
Miskin: sekelompok orang yang memiliki kekayaan, tetapi tidak memenuhi kebutuhan dasar mereka.
Amil: orang yang mengumpulkan dan mendistribusikan zakat
Mu’allaf: orang yang tidak mengenal Islam dan membutuhkan bantuan untuk beradaptasi dengan keadaan baru.

Hazard Servant: orang yang ingin membebaskan diri
Gharimin: seseorang yang berhutang untuk memenuhi kebutuhannya tetapi tidak mampu membayar untuk hutannya.
Fisabilillah: orang-orang berperang di jalan Allah
Ibnu Sabil: orang yang kehabisan biaya dalam perjalanan

Perhitungan zakat
Dalam perhitungan dan perumusan zakat sebenarnya ada kelompok distributor amil atau zakat yang membantu pemilik properti untuk menghitung zakat yang dipancarkan. Namun, Anda juga harus memahami cara menghitungnya sehingga proses pemberian zakat lebih dekat.

Perhitungan Zakat Fitrah
Perhitungan zakat fitrah adalah hal yang mudah dilakukan. Karena setiap orang mengeluarkan zakat fitrah dalam jumlah yang sama, sehingga tidak memerlukan perhitungan khusus. Zakat fitrah diberikan dalam bentuk makanan pokok berdasarkan makanan sehari-hari. Seperti di Indonesia, yang mengkonsumsi beras rata-rata sebagai menu utama, beras digunakan sebagai media untuk zakat fitrah.

Zakat fitrah dilepaskan oleh semua orang, dari bayi hingga orang dewasa, memberikan 3,5 liter atau 2,5 kg beras. Atau bisa juga diuangkan dengan jumlah beras yang sesuai 2,5 kg.

Perhitungan Zakat Mal
Perhitungan zakat buruk mewakili 2,5% dari aset yang dimiliki selama 1 tahun, bisa dalam bentuk emas, tanaman atau semua aset yang dimiliki sebagai rumah, tanah dan tabungan.

Setiap orang wajib membayar zakat mal adalah orang yang sudah mencapai 85kali harga emas setiap gramnya.

Contoh:

”Jika hasil panen, harta dan emas yang diperoleh dalam jumlah mencapai RP150.000.000, Sementara itu, harga emas per gram adalah RP.500.000 ,. Maka nishab atau batas zakat minimal 85 x Rp.500.000, = Rp42.000.000.

Dibutuhkan, harta orang tersebut di atas nishab. Ketentuan perhitungan yang harus diberikan adalah 2,5% x Rp150.000.000 = Rp. 3.750.000 “

Itulah penjelasan tentang “Zakat – Pengertian, Hukum, Ketentuan, Macam-Macam Beserta Cara Menghitung Zakat Secara Lengkap” yang bisa gurusekolah.co.id sampaikan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terima kasih.