Penyebab kesulitan bernafas itu harus diperhatikan

Biasanya, saat melakukan aktivitas fisik yang berat atau melelahkan, nafas akan cenderung menetes dan cepat. Nah, bagaimana jika ini terjadi ketika Anda tidak melakukan aktivitas ringan? Apakah kesulitan bernapas selama aktivitas normal merupakan tanda penyakit tertentu?

Penyebab kesulitan bernafas itu harus diperhatikan

Jika nafas terasa berat tanpa alasan yang jelas, cobalah mengidentifikasi gejala lain yang menyertainya. Sebab, bisa jadi masalah kesehatan tertentu terjadi. Berikut ini adalah berbagai kondisi yang dapat ditandai dengan gejala kesulitan pernapasan.


1. Infeksi pilek atau sinus

Ketika dingin, produksi lendir di dalam hidung meningkat dan menumpuk. Ini pada akhirnya menghalangi masuk dan keluarnya udara, membuat sulit bernafas. Gangguan ini dapat memburuk jika ada juga infeksi dan peradangan pada sinus, atau rongga udara yang terletak di belakang hidung.

Gejala lain yang merupakan ciri khas infeksi sinus adalah kelembutan pada wajah, sakit kepala, batuk, demam, kelelahan dan keluarnya cairan dan hidung. Infeksi sinus seringkali dapat berlangsung lama dan sangat menjengkelkan, tetapi berkonsultasi dengan dokter dapat membantu Anda mengatasi masalah pernapasan yang terjadi.
2. Gangguan pada paru-paru

Terkadang, gangguan pernapasan lambat laun bisa hilang setelah beberapa hari. Namun, perlu diingat bahwa keluhan Anda tidak membaik atau disertai dengan peningkatan denyut jantung dan kelemahan. Konsultasikan dengan dokter Anda segera karena gejala-gejala ini dapat mengindikasikan gangguan paru-paru seperti:

penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
asma
infeksi atau kanker paru-paru
gumpalan darah di pembuluh darah di paru-paru

3. Penyakit pada sistem peredaran darah

Jika fungsi jantung terganggu, organ ini akan mengalami kesulitan memompa darah ke seluruh tubuh. Akibatnya, organ vital tubuh tidak menerima oksigen yang cukup. Nah, ketika ini terjadi, tubuh akan mengalami gejala yang berbeda, salah satunya adalah napas berat.

Orang yang memiliki riwayat penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, kelebihan berat badan dan merokok lebih rentan terkena penyakit pada sistem peredaran darah. Jadi, Anda harus mulai meningkatkan gaya hidup Anda sekarang untuk menghindarinya.
4. Reaksi alergi

Rambut hewan, serbuk sari, perubahan suhu, bahkan makanan tertentu dapat memicu pelepasan histamin dalam tubuh dan menyebabkan reaksi alergi. Kondisi ini tidak hanya dapat menyebabkan sesak napas, tetapi juga gejala lain seperti kemacetan, mata berair, ruam dan bersin.

Reaksi alergi sebenarnya tidak berbahaya, tetapi beberapa orang mungkin mengalami komplikasi yang lebih serius jika tidak ditangani. Reaksi ini disebut anafilaksis, yang menyebabkan tubuh memerah (ruam), denyut nadi rendah, kesulitan bernapas untuk menurunkan kesadaran. Oleh karena itu, anafilaksis diklasifikasikan sebagai keadaan darurat dan harus segera diobati.
5. Obesitas

Kelebihan berat badan akan menambah beban pada sistem pernapasan dan sirkulasi darah. Paru-paru harus bekerja lebih keras untuk berkembang, dan jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah melalui pembuluh yang tersumbat kolesterol. Dampaknya adalah pengaduan kesulitan bernapas, terutama ketika seseorang sedang menjalani aktivitas yang intens.

Obesitas juga dapat menyebabkan penyakit lain yang mengganggu pernapasan seperti penyakit jantung dan sleep apnea. Berita baiknya adalah Anda dapat mencegah obesitas dengan menjalani gaya hidup sehat dan mengonsumsi makanan bergizi dan seimbang.

Kesulitan bernafas adalah gejala umum yang dapat disebabkan oleh berbagai masalah kesehatan. Oleh karena itu, perlu untuk memeriksa gejala-gejala lain yang terjadi bersamaan dengan keluhan-keluhan ini sehingga dikelola dengan tepat.

Baca juga: