Pers di era orde lama

Pers-di-era-orde-lama

Perkembangan pers Indonesia pada masa orde lama terbagi menjadi tiga periode, yaitu periode revolusi fisik, periode demokrasi liberal, dan periode demokrasi dipimpin.

Masa revolusi fisik adalah masa dimana bangsa Indonesia berjuang mempertahankan kemerdekaannya.

Periode ini berlangsung dari tahun 1945 sampai dengan tahun 1949. Saat itu pers terbagi menjadi dua golongan, yaitu pers yang diterbitkan oleh Sekutu dan Belanda, atau pers NICA dan pers yang diterbitkan oleh rakyat Indonesia atau pers Republik.

Kedua pers memiliki agenda yang berbeda. Pers Nica berisi propaganda yang bertujuan untuk membuat rakyat Indonesia merebut kembali kekuasaan Belanda.

Sementara itu, pers Republik penuh semangat untuk mempertahankan kemerdekaan dan menentang upaya Belanda untuk memulihkan kekuasaan di Indonesia.

Baca juga: Kebebasan Pers di Indonesia

Dapatkan informasi, inspirasi, dan wawasan di email Anda.
email pendaftaran

Pada masa revolusi fisik ini juga terjadi peristiwa-peristiwa penting yang berkaitan dengan perkembangan pers di Indonesia.

Peristiwa tersebut antara lain berdirinya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)

pada 9 Februari 1946 dan Persatuan Penerbit Surat Kabar (SPS) pada 8 Juni 1946.

Kedua organisasi tersebut memiliki peran penting dalam sejarah pers Indonesia. Berbagai surat kabar bermunculan di Indonesia sejak kedua organisasi tersebut berdiri.

Maraknya pertukaran pers pada masa revolusi fisik ini hanya memiliki satu tujuan, yaitu membantu pemerintah dalam perjuangannya mengusir penjajah.

Cita-cita itu membuahkan hasil ketika dunia internasional mengakui kedaulatan Indonesia pada Desember 1949. Pengakuan kedaulatan Indonesia oleh dunia internasional menandai dimulainya kebebasan pers di era orde lama.
Era demokrasi liberal

Setelah pengakuan kedaulatan oleh dunia internasional, sistem pemerintahan Indonesia berubah menjadi sistem parlementer dengan pandangan liberal atau dikenal dengan demokrasi liberal. Periode ini berlangsung dari tahun 1950 hingga 1959.

Baca juga: Peran Pers dalam Negara Demokrasi

Perubahan sistem pemerintahan juga berdampak pada perubahan sistem pers di Indonesia.

Sistem pers nasional akhirnya mengadopsi sistem liberal yang erat kaitannya dengan kebebasan.

Kebebasan ini tercermin dari perubahan peran pers di Indonesia. Sementara pers digunakan sebagai alat untuk mempertahankan kemerdekaan selama revolusi fisik, pers digunakan sebagai alat komunikasi partai-partai politik pada masa demokrasi liberal ini.

Saat itu, liputan pers dibentuk oleh kepentingan partai politik. Hal ini bisa terjadi karena adanya dukungan dana dari partai politik hingga perusahaan pers.

Akibatnya, pers cenderung menjadi partisan dan menjadi alat perjuangan partai politik. Bahkan pemberitaan pers saat itu diwarnai konflik antarpartai politik yang mengemuka di halaman media cetak.

Septiawan Santana menjelaskan dalam bukunya Jurnalisme Kontemporer (2017) bahwa sementara pers saat ini digunakan sebagai sarana komunikasi partai politik, pengamat menganggap periode ini sebagai masa keemasan kebebasan pers di Indonesia.

Kebebasan pers di Indonesia juga dipuji dunia internasional saat ini, yaitu oleh Majalah Laporan IPI (International Press Institute) terbitan Oktober 1952.

Baca juga: Peran Pers dalam Perjuangan Pergerakan Nasional
Era demokrasi terpimpin

Kebebasan pers yang berlaku di era demokrasi liberal tidak berlangsung lama. Berbagai pergolakan politik yang terus berlangsung akhirnya mengakibatkan Presiden Soekarno mengeluarkan dekrit presiden pada tanggal 5 Juli 1959.

Selama demokrasi berkuasa, Presiden Soekarno memegang kekuasaan tunggal dan membubarkan majelis konstituante.

Presiden Soekarno mulai berperilaku otoriter, termasuk dalam pers. Pada masa demokrasi yang berkuasa, kritik terhadap pemerintah mulai mereda dan kebebasan pers perlahan mulai terkikis.

Dalam buku Akhmad Efendi Perkembangan Pers di Indonesia (2010) menjelaskan bahwa masa demokrasi terpimpin merupakan masa terburuk bagi kebebasan pers pada masa orde lama.

Saat itu, pers diatur secara ketat dan harus berfungsi sebagai alat revolusi pemerintah

LIHAT JUGA :

indonesiahm2021.id
unesa.id
unimedia.ac.id
politeknikimigrasi.ac.id
stikessarimulia.ac.id
ptsemenkupang.co.id